TUGAS INDIVIDU
Nama : Ria Widya Ningsih
Kelas : 6C
CINTA
Kahlil Gibran
Mereka berkata tentang serigala dan tikusKahlil Gibran
Minum di sungai yang sama
Dimana singa melepas dahaga
Mereka berkata tentang helang dan hering
Menjunam paruhnya ke dalam bangkai yang sama
Dan berdamai diantara satu sama lain
Dalam kehadiran bangkai-bangkai mati itu
Oh cinta, yang tangan lembutnya
Mengekang keinginanku
Meluapkan rasa lapar dan dahaga
Akan maruah dan kebanggaan
Jangan biarkan nafsu kuat terus menggangguku
Memakan roti dan meminum anggur
Menggoda diriku yang lemah ini
Biarkan rasa lapar menggigitku
Biarkan rasa haus membakarku
Biarkan aku mati dan binasa
Sebelum kuangkat tanganku
Untuk cangkir yang tidak kau isi
Dan mangkuk yang tidak kau berkati
Dalam
puisi Kahlil Gibran diatas
terdapat beberapa gaya bahasa, diantaranya adalah:
a. Gaya Bahasa Asonansi
Gaya
bahasa asonansi adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama pada suatu kata atau beberapa kata.
contohnya :
Biarkan rasa lapar menggigitku
Biarkan rasa haus membakarku
Biarkan aku mati dan binasa
Biarkan rasa haus membakarku
Biarkan aku mati dan binasa
Dari kutipan tersebut terdapat gaya bahasa asonansi pada kata "biarkan". kata tersebut terjadi pengulangan bunyi vokal yang sama.
b. Gaya bahasa Litotes
Gaya bahasa litotes adalah mengecilkan atau mengurangi keadaan yang sebenarnya.
contohnya:
contohnya:
Menggoda diriku yang lemah ini
Dari kutipan tersebut terdapat gaya bahasa litotes yang mengecilkan keadaan yang lemah pada dirinya.
c. Gaya bahasa Personifikasi
Gaya bahasa personifikasi yaitu gaya bahasa yang membuat suatu benda mati
bertingkah seperti manusia.
contohnya:
Dalam kehadiran bangkai-bangkai mati ituDari kutipan tersebut jelas terlihat bahwa bangkai-bangkai mati seakan-akan hidup seperti manusia.
d. Gaya bahasa Hiperbola
Gaya bahasa hiperbola adalah gaya bahasa yang
memberikan pernyataan yang berlebih-lebihan.
contoh:
Biarkan rasa haus membakarku
Biarkan rasa haus membakarku
Dari kutipan tersebut terdapat gaya bahasa hiperbola pada kata rasa haus membakarku. pada kata haus membakarku terlalu berlebihan, karena tidak ada rasa haus sampai membakar diri kita.